Hal Paling Naif di Dunia

Apa hal paling naif di dunia?

Barangkali, merasa lega melihat seseorang yang kita damba hidup bahagia dalam pelukan orang lain. Kita memaafkannya. Meski, boleh jadi ia pernah meninggalkan luka yang menganga.

Lagi pula, apa bedanya? Membenci, atau tetap mencintainya, adalah dua pekerjaan yang sama-sama membuatnya selalu ada dalam pikiran kita.

Continue reading Hal Paling Naif di Dunia

Ketika Musim Telah Berganti

Pernah ada sepasang manusia yang saling jatuh cinta. Setiap jumpa memicu getar di dada. Senyum sapa menumbuhkan rasa. Dan hidup adalah taman penuh mekar bunga.

Jadilah mereka dua pribadi yang saling menitipkan diri. Menyepakati mimpi-mimpi. Bergenggaman tangan sambil berikrar, “Ini cinta sampai mati.”

Sepasang kehidupan yang saling mencukupkan.

Continue reading Ketika Musim Telah Berganti

Kekasih Sempurna

Tahukah kamu apa yang istimewa dari seorang kekasih? Semakin tak nyata, ia semakin terasa sempurna.

Saat seseorang masih berada di dalam bayangan dan angan-angan, apa yang kita lihat darinya hanyalah apa yang kita damba. Lengkung senyumnya adalah lengkung senyum favorit kita, suaranya terdengar merdu sesuai selera, dan tindak tanduknya adalah apa saja yang menyenangkan hati kita.

Ketika bayangan tentang kekasih itu menjadi nyata, memiliki bentuk, apalagi bisa kita amati dalam jarak yang sangat dekat, tiba-tiba saja kita akan melihat sejuta kekurangannya. Tiba-tiba saja kita mendapat ribuan alasan untuk meninggalkannya.

Continue reading Kekasih Sempurna

Bersyukur itu Mudah

Bersyukur itu mudah. Kamu tak harus lebih dulu mendapatkan apa-apa yang kamu usahakan. Kamu hanya perlu memikirkan kembali apa-apa yang kamu terlahir dengannya.

Ketika kamu mulai bersyukur dengan sungguh-sungguh, kamu akan mendengarkan detak jantungmu. Betapa iramanya menentramkan hati.

Kamu juga mulai merasakan darah mengalir di sepanjang nadimu. Betapa segala aktivitasmu bergantung pada tiap tetesnya.

Lalu, barangkali kamu akan meraba gigi geligimu. Betapa mereka begitu kompak untuk berhenti tumbuh di satu garis setara sehingga membentuk sisi yang rata. Ah, bisakah kamu bayangkan kalau saja gigi-gigi itu terus tumbuh seperti rambut? 

Betapa hidup ini penuh keajaiban.

Continue reading Bersyukur itu Mudah

Terbit April 2020: yang terjadi terjadilah

Sehimpun catatan tentang upaya melepaskan. 

Melalui renungan-renungan di dalam antologi ini, nurun ala mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu, mengapresiasi setiap rangkaian takdir yang mampir, dan memandang dunia dengan mata yang menyala.

Yang terjadi, terjadilah …

Continue reading Terbit April 2020: yang terjadi terjadilah

Lahir Kembali: Novel Seribu Wajah Ayah

Novel Seribu Wajah Ayah ditulis lima tahun lalu, saat saya baru saja menikah dan ayah masih hidup. Beliau adalah pembaca pertama naskah ini, sekaligus pembaca setia karya-karya saya. Beliau selalu percaya dan mendukung mimpi-mimpi saya, serta menjadi orang yang paling antusias menanti setiap karya terbaru saya. Beliau adalah alasan saya menulis novel ini. 

Continue reading Lahir Kembali: Novel Seribu Wajah Ayah

Menemukan Sosok Lain

Kamu merasa telah menemukan orang yang tepat.

Ia memenuhi hampir semua kriteria. Hadirnya membuat hidupmu lebih berwarna. Dan tiba-tiba saja hari-harimu jadi penuh bunga.

Kamu pun mulai berani menyimpulkan, kamu jatuh cinta kepadanya.

Dan sebagaimana orang-orang yang jatuh cinta, kamu mulai mencari cara untuk bisa terus di dekatnya. Kamu mencari-cari peluang untuk bisa menjalani sisa hidup bersamanya. Kamu merekayasa pertemuan-pertemuan kecil yang seolah tak sengaja, membangun kesan bahwa takdir berpihak pada kebersamaan kamu dan dirinya.

Namun, semakin keras kamu berusaha, segalanya terasa semakin salah. Setelah jauh kamu berjalan, kamu mulai merasa tersesat. Jelas-jelas ia tak memperlakukanmu sebagaimana kamu bersikap terhadapnya. 

Namamu adalah kata yang tak pernah ia eja. Perhatianmu padanya adalah getar yang tak pernah ia rasa. Kamu menatapnya dengan nyala, ia memandangmu serupa bala.

Continue reading Menemukan Sosok Lain