Saat Hidup Bersamanya

Ketika hidup bersama dengan seseorang, kamu harus mengapresiasi kelebihannya sekaligus menerima setiap kekurangannya. Tetapi, tak cukup sampai di sana. Kamu dan dirinya harus berkomitmen untuk terus bertumbuh, agar hidup tak jua menyentuh titik jenuh.

Genggam tangannya, berjalanlah bersama dan nikmati aneka petualangan baru yang menanti. Tataplah masa depan dengan mata yang menyala dan tetaplah berbaik sangka atas setiap kepastian-Nya.

Ketika hidup bersama dengan seseorang, kamu harus ingat bahwa menyampaikan kebaikan di waktu yang tidak tepat itu tidak baik. Ada waktu ketika yang dibutuhkan teman hidupmu hanyalah telinga untuk mendengar dan bahu untuk bersandar. Ada waktu ketika yang dibutuhkan teman hidupmu hanyalah ruang untuk merenung dan menangis sendiri.

Hidup ini penuh dengan ketidaksempurnaan, sebab itu butuh banyak pemakluman.

Ketika hidup bersama dengan seseorang, kamu bukan cuma harus memahami kata-katanya saat bicara. Kamu juga perlu mengerti arti diamnya. Kadang, ada pesan-pesan penting yang disampaikan justru dengan diam.

Tak selamanya luka berdarah, tak selamanya tangis berair mata. Bersikaplah lebih peka.

Ketika hidup bersama dengan seseorang, setiap masalah yang hadir adalah sarana untuk saling menguatkan. Setiap takdir yang mampir adalah kesempatan untuk mencipta kenangan yang berkesan. Kelak setelah menua, momen-momen itu ‘kan jadi alasan untuk terus bersama. Atau semacam pengingat, betapa hidupmu akan berbeda jika dilalui tanpanya.

Hidup bersama dengan seseorang sepatutnya saling meringankan, bukan saling memberi beban. Hidup bersama dengan seseorang sepatutnya menambah motivasi untuk berjuang, bukan membuatmu jadi bermalas-malasan dan doyan rebahan.

Hidup bersama dengan seseorang akan menuntutmu untuk terus menerus memberi. Namun, jika ada cinta di dalamnya, setiap kerja keras adalah pengorbanan yang membahagiakan. Dan setiap luka yang tercipta selalu bisa ditertawakan.

~

Saat Hidup Bersama
dalam buku yang terjadi terjadilah

Published by

nurun ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s