Hati-hati dengan Hati

Ada orang yang senang mengetuk pintu hanya untuk menguji apakah pintu itu akan terbuka. 

Ia tak benar-benar ingin bertamu, atau masuk ke dalamnya. Ia adalah orang yang tersenyum ke arahmu, lalu setelah kamu membalas senyumnya, ia berbalik ke arah teman-temannya sambil menepuk dada.

Atau, boleh jadi ia masuk, tetapi untuk singgah sebentar. Bukan untuk tinggal lama-lama. 

Ia tampak bahagia dengan setiap jamuan yang kamu sajikan, bersikap ramah dan sopan, tetapi suatu malam pergi begitu saja. Tanpa pesan, atau kesepakatan yang menenangkan. Kadang-kadang, bahkan tanpa alasan.

Ada orang yang senang bermain hati demi sebuah validasi. 

Ada orang hanya mencari tempat persinggahan, bukan rumah untuk dihuni. 

Kamu harus lebih berhati-hati.

Yang Terjadi, Terjadilah …
6 Februari 2020

Published by

nurun ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s