Biarkan Mereka Bahagia

Di dalam sebuah obrolan, kamu berbeda pendapat dengan seorang teman. Argumenmu sangat berdasar dan amat kamu yakini, tetapi temanmu tetap mempertahankan argumennya yang menurutmu rapuh. Suasana semakin tegang. Itu bukan urusan yang penting, tetapi kamu benci perasaan kalah karena itu melukai egomu. Kamu ingin mendapat pengakuan dari orang-orang bahwa pendapatmulah yang benar.

Di era media sosial, di mana semua orang bisa saling terhubung, saling mengomentari, bahkan saling mendebat, kasus di atas bisa terjadi kapan saja dan dalam urusan apa saja. 

Sialnya, kita sama-sama tahu bahwa terlibat dalam urusan seperti itu sungguh melelahkan. Bahkan ketika pendapat kita dianggap benar, kita tetap tidak tenang karena telah membuat orang lain merasa dipermalukan.

Jadi, lain kali menghadapi situasi serupa, bagaimana kalau kita biarkan mereka berbahagia saja? Kita biarkan ia yang berbeda pendapat dengan kita merasa dirinya benar. 

Toh, membiarkan orang lain merasa dirinya benar, bukan berarti mengakui bahwa kita salah. 

Ada hal-hal yang tak bisa dipaksakan. Ada hal-hal yang tidak cukup penting untuk ditukar dengan ketentraman batin kita. Salah satunya adalah pengakuan orang lain bahwa kita benar. 

Yang Terjadi, Terjadilah …
4 Februari 2020

Published by

nurun ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s