Sekotak Kado Rahasia

Ada waktu kita jatuh cinta. Ketika tak cukup lagi rasa digema dalam kata. Ketika rembulan selalu tampak bulat sempurna. Ketika duka-duka bisa dilupa. Saat perih pedih luka bisa ditunda untuk sementara. Dan hidup adalah padu padan warna yang begitu bernyawa.

Ada waktu kita patah hati. Hidup serasa permen karet yang telah habis gulanya. Yang tersisa untuk dicecap adalah hambar atau pahit. Hambar atau pahit dan bukan manis. Kita begitu ingin membuangnya, tapi tak punya apa-apa lagi untuk dikunyah. Tak punya topeng untuk terlihat baik-baik saja.

Ada waktu kita harus pergi. Berjalan saling menjauh membawa sekotak koper besar berisi rindu. Tanpa kalimat perpisahan. Tanpa lambai tangan. Dan yang terpedih, tanpa kesepakatan yang menenangkan.

Ada waktu kita saling menunggu. Menebak-nebak keajaiban macam apa yang sudi menghampiri dua manusia penuh dosa yang telanjur jatuh cinta.

Ada waktu kita bertemu. Dan pelan-pelan mengerti: hidup adalah sekotak kado rahasia yang tak perlu tergesa-gesa kita buka.

***

Telah terbit dalam buku jangan dulu patah (2019)

Published by

nurun ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Sekotak Kado Rahasia”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s