Terbit April 2020: yang terjadi terjadilah

Sehimpun catatan tentang upaya melepaskan. 

Melalui renungan-renungan di dalam antologi ini, nurun ala mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu, mengapresiasi setiap rangkaian takdir yang mampir, dan memandang dunia dengan mata yang menyala.

Yang terjadi, terjadilah …

Yang telah pergi, lepaskanlah …

Jangan biarkan apa-apa yang sudah tak ada, terus mengganggumu dari dalam kepala.


Pre-order 1 April 2020. Daftar waitinglist sekarang untuk mendapatkan edisi ttd + bonus sticker pack. Caranya, klik daftar waitinglist. Selamat melepaskan. 🙂

Lahir Kembali: Novel Seribu Wajah Ayah

Novel Seribu Wajah Ayah ditulis lima tahun lalu, saat saya baru saja menikah dan ayah masih hidup. Beliau adalah pembaca pertama naskah ini, sekaligus pembaca setia karya-karya saya. Beliau selalu percaya dan mendukung mimpi-mimpi saya, serta menjadi orang yang paling antusias menanti setiap karya terbaru saya. Beliau adalah alasan saya menulis novel ini. 

Continue reading Lahir Kembali: Novel Seribu Wajah Ayah

Menemukan Sosok Lain

Kamu merasa telah menemukan orang yang tepat.

Ia memenuhi hampir semua kriteria. Hadirnya membuat hidupmu lebih berwarna. Dan tiba-tiba saja hari-harimu jadi penuh bunga.

Kamu pun mulai berani menyimpulkan, kamu jatuh cinta kepadanya.

Dan sebagaimana orang-orang yang jatuh cinta, kamu mulai mencari cara untuk bisa terus di dekatnya. Kamu mencari-cari peluang untuk bisa menjalani sisa hidup bersamanya. Kamu merekayasa pertemuan-pertemuan kecil yang seolah tak sengaja, membangun kesan bahwa takdir berpihak pada kebersamaan kamu dan dirinya.

Namun, semakin keras kamu berusaha, segalanya terasa semakin salah. Setelah jauh kamu berjalan, kamu mulai merasa tersesat. Jelas-jelas ia tak memperlakukanmu sebagaimana kamu bersikap terhadapnya. 

Namamu adalah kata yang tak pernah ia eja. Perhatianmu padanya adalah getar yang tak pernah ia rasa. Kamu menatapnya dengan nyala, ia memandangmu serupa bala.

Continue reading Menemukan Sosok Lain

Cinta Harus Dikatakan

Hal paling menyedihkan dari orang-orang yang kekurangan kasih sayang adalah, mereka tak benar-benar tahu bagaimana bentuk cinta. Itu membuat mereka mudah tertipu: merasakan yang tak ada, mengabaikan yang nyata. Kesialan baru yang akhirnya membuat mereka semakin berjarak dengan cinta. 

Jangan pernah biarkan orang-orang di dekatmu mengalaminya. Perhatikan mereka. Katakan bahwa kamu menyayangi mereka. Katakan bahwa kamu merindukan mereka saat mereka tak ada. 

Katakan. Bagaimanapun caranya, cinta harus dikatakan. Atau, setidaknya, tersampaikan.

Yang Terjadi, Terjadilah …
11 Februari 2020

Hati-hati dengan Hati

Ada orang yang senang mengetuk pintu hanya untuk menguji apakah pintu itu akan terbuka. 

Ia tak benar-benar ingin bertamu, atau masuk ke dalamnya. Ia adalah orang yang tersenyum ke arahmu, lalu setelah kamu membalas senyumnya, ia berbalik ke arah teman-temannya sambil menepuk dada.

Atau, boleh jadi ia masuk, tetapi untuk singgah sebentar. Bukan untuk tinggal lama-lama. 

Ia tampak bahagia dengan setiap jamuan yang kamu sajikan, bersikap ramah dan sopan, tetapi suatu malam pergi begitu saja. Tanpa pesan, atau kesepakatan yang menenangkan. Kadang-kadang, bahkan tanpa alasan.

Continue reading Hati-hati dengan Hati

Biarkan Mereka Bahagia

Di dalam sebuah obrolan, kamu berbeda pendapat dengan seorang teman. Argumenmu sangat berdasar dan amat kamu yakini, tetapi temanmu tetap mempertahankan argumennya yang menurutmu rapuh. Suasana semakin tegang. Itu bukan urusan yang penting, tetapi kamu benci perasaan kalah karena itu melukai egomu. Kamu ingin mendapat pengakuan dari orang-orang bahwa pendapatmulah yang benar.

Di era media sosial, di mana semua orang bisa saling terhubung, saling mengomentari, bahkan saling mendebat, kasus di atas bisa terjadi kapan saja dan dalam urusan apa saja. 

Sialnya, kita sama-sama tahu bahwa terlibat dalam urusan seperti itu sungguh melelahkan. Bahkan ketika pendapat kita dianggap benar, kita tetap tidak tenang karena telah membuat orang lain merasa dipermalukan.

Continue reading Biarkan Mereka Bahagia

Memegang Kendali atas Diri

Kosongkan sebagian ruang di dalam hatimu untuk diisi orang lain. Namun, jangan seluruhnya. Kamu perlu membuat seseorang merasa berarti, tetapi itu juga berarti memberinya kesempatan untuk membuatmu patah hati. 

Berikan izin bagi orang lain untuk memberi saran atas pilihan hidupmu. Namun, pastikan kamu tetap memegang kendali atas diri. Benar bahwa manusia jauh lebih kuat ketika bersama, tetapi pada akhirnya setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan secara pribadi. 

Continue reading Memegang Kendali atas Diri